رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Wahai Tuhanku, berikanlah daku ilmu pengetahuan ugama, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh

وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ

Dan jadikanlah bagiku sebutan yang baik (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian

وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

Dan jadikanlah daku dari orang-orang yang mewarisi Syurga Jannatun-Naiim

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ

Dan janganlah engkau hinakan daku pada hari makhluk-makhluk dibangkitkan hidup semula -

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang-orang yang datang mengadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ

Dan (pada hari itu) didekatkan Syurga bagi orang-orang yang bertaqwa

(Surah ash-shua'ra)

Isnin, 11 April 2016

# rutin # sudut pandang

Harta, anak & kesenangan yg menipu


Kebetulan, petang tadi tazkirah beberapa orang Pak Ustaz benar-benar menyentuh jiwa saya yang sentiasa inginkan peringatan.

Antara bait kata-katanya yang masih segar dalam memori saya lebih kurang begini katanya,

"Kebanyakan manusia sangat suka mengira-ngira berapa banyak hartanya dan berapa banyak anaknya. Lalu dibandingkan dengan orang lain. Mereka belum sadar bahwa segala apa yang dikecapinya di dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu. Anak dan harta bukanlah untuk dibanggakan. Ya, kita boleh merasa suka, gembira dan senang dengan segala yang membahagiakan yang kita perolehi tetapi sadarkah kita bahwa ianya hanyalah penipuan yang sementara jika dibandingkan dengan kesenangan akhirat.

Kesenangan itu (mata') boleh jadi dalam 2 perkara :
1. Untuk tujuan hidup di akhirat melalui amalan di dunia
2. Untuk beribadah bagi akhirat untuk tujuan hidup di dunia.

Adalah lebih baik bagi kamu merasakan biasa-biasa saja dan bersyukur atas apa saja kesenangan yang diterima. Namun, harus diikuti dengan tujuan kamu yang sebenarnya samada untuk hidup di dunia atau hidup di akhirat.

Sungguh, kenikmatan terbesar harus diperolehi manusia adalah kenikmatan di akhirat yang lebih kekal abadi. Umpama seseorang yang pergi mencedok air laut dengan jarinya. Air yang dicedok dari jarinya umpama nikmat dunia (harta & anak) jika dibandingkan dengan luasnya air laut (nikmat akhirat)."
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20)


Nota :

Inilah jawapan saya kepada banyak pertanyaan di emel/inbox yang tidak berbalas selama ini meminta saya untuk merekomen anak angkat dari kalangan pembaca blog saya yang hamil luar nikah. Mohon maaf, kerana tak mampu menjawab termasuk saya delete semua komen berbentuk meminta anak angkat yang gayanya seperti menjual barang yang disertakan nombor tel / whatsapp. Saya tidak boleh menjadikan anda seorang ibu. Jagalah 'Aqidah. Hadamilah peringatan di atas.
Bawalah hati dari kesempitan hidup di dunia kepada keluasan hidup di akhirat.

Tiada ulasan:

#jdtblogger #teambloggerjohor